Pengertian Trigger
Trigger merupakan kumpulan dari script atau perintah yang berhubungan dengan tabel atau view yang akan aktif otomatis jika suatu event terjadi. Event tersebut yaitu ketika terjadi operasi CREATE, UPDATE, dan DELETE pada suatu tabel. Kemungkinan trigger saat dieksekusi adalah pada before dan after dari statement SQLnya. Salah satu penerapan trigger yaitu merekam semua aktivitas MySQL yang gagal dalam pembuatan record baru secara otomatis yang diakibatkan jika terjadi permasalahan, misalnya terputusnya koneksi.
Keuntungan penggunaan trigger
- Standarisasi proses
Trigger dibuat sekali dan disimpan pada database. Sehingga client akan menggunakan operasi yang sama pada proses database karena trigger yang dipakai adalah sama dalam database.
- Mudah dilakukan pembaharuan
Ketika trigger dilakukan pembaharuan pada server, maka semua client akan menggunakan pembaharuan yang sama dengan pembaharuan terakhir.
- Meningkatkan kerjasama tim
Ketika trigger dibuat dan disimpan pada server, maka seluruh anggota tim dapat menggunakan bahasa pemrograman yang berbeda untuk mengaksesnya.
- Meningkatkan efisiensi proses
Trigger yang dibuat akan disimpan pada server pada bentuk yang telah dikompilasi. Sehingga lalu lintas jaringan tidak terbebani.
- Program menjadi lebih sederhana
Trigger yang telah dibuat dan disimpan pada database dapat diakses oleh program dengan bahasa yang berbeda dan tanpa memerlukan perintah tambahan pada program untuk mengaksesnya,
Jenis – Jenis Trigger
- Database trigger
Yaitu trigger yang terjadi saat adanya perubahan data pada tabel, seperti adanya operasi DML yang meliputi INSERT, UPDATE, dan DELETE - Application trigger
Yaitu trigger yang terjadi saat adanya event atau kejadian tertentu terjadi pada suatu aplikasi, misalnya jika tombol ditekan.

