Cara Melihat Log di Docker Container

WI
Wilan
5 menit baca
check log docker

Saat menjalankan aplikasi menggunakan Docker, salah satu hal penting yang perlu kita tahu adalah cara melihat log container. Log ini sangat berguna untuk mengecek apakah aplikasi berjalan normal, ada error, atau service di dalam container berhasil aktif atau tidak.

Dalam contoh ini, kita tidak akan memakai nama container tertentu. Jadi gunakan format umum seperti:

nama-container

Atau kalau ingin lebih mudah dipahami, anggap saja nama container kamu adalah:

nama-proyek

Nanti tinggal ganti nama-proyek dengan nama container Docker kamu sendiri.

Untuk mengecek nama container yang sedang berjalan, gunakan:

docker ps

Lihat bagian NAMES. Itulah nama container yang bisa kamu pakai untuk command Docker logs.

1. Melihat Log Container

Untuk melihat log dari sebuah container, gunakan command:

docker logs nama-proyek

Ganti nama-proyek dengan nama container kamu.

Contoh format umumnya:

docker logs nama-container

Command ini akan menampilkan log yang sudah tercatat dari container tersebut. Biasanya log ini berisi informasi seperti proses aplikasi saat mulai berjalan, error, warning, atau pesan bahwa server sudah aktif.

2. Melihat Log Secara Live

Kalau kamu ingin melihat log secara real-time atau berjalan terus, gunakan tambahan -f.

docker logs -f nama-proyek

Opsi -f artinya follow. Jadi terminal akan terus menampilkan log terbaru selama container masih berjalan.

Ini sangat berguna saat kamu sedang debugging. Misalnya setelah restart container, update aplikasi, atau ingin melihat apakah ada error baru saat website diakses.

Untuk keluar dari mode live log, tekan:

CTRL + C

Ini hanya menghentikan tampilan log di terminal, bukan menghentikan container-nya.

3. Melihat Log Terakhir Saja

Kadang log container terlalu panjang, apalagi kalau aplikasi sudah berjalan lama. Kalau kamu hanya ingin melihat beberapa baris terakhir, gunakan --tail.

docker logs --tail=100 nama-proyek

Command di atas akan menampilkan 100 baris terakhir dari log container.

Kalau mau melihat 50 baris terakhir:

docker logs --tail=50 nama-proyek

Kalau ingin melihat log terakhir sambil tetap mengikuti log baru, kamu bisa gabungkan --tail dan -f.

docker logs --tail=100 -f nama-proyek

Dengan command ini, Docker akan menampilkan 100 baris terakhir, lalu lanjut menampilkan log baru secara live.

4. Melihat Log Berdasarkan Waktu

Docker juga bisa menampilkan log berdasarkan waktu tertentu. Misalnya kamu hanya ingin melihat log sejak 10 menit terakhir:

docker logs --since=10m nama-proyek

Atau sejak 1 jam terakhir:

docker logs --since=1h nama-proyek

Kalau ingin melihat log sampai waktu tertentu, bisa gunakan:

docker logs --until=10m nama-proyek

Fitur ini berguna kalau kamu ingin fokus mencari error yang baru saja terjadi, tanpa harus membaca log dari awal.

5. Masuk ke Dalam Container

Selain melihat log dari luar, kadang kamu juga perlu masuk ke dalam container untuk mengecek file, folder, atau menjalankan command tertentu.

Gunakan command:

docker exec -it nama-proyek sh

Biasanya container berbasis Linux ringan menggunakan sh.

Kalau image Docker kamu mendukung bash, kamu juga bisa pakai:

docker exec -it nama-proyek bash

Setelah masuk ke dalam container, kamu bisa cek lokasi folder saat ini dengan:

pwd

Lalu melihat daftar file dan folder:

ls

Kalau mau melihat lebih detail:

ls -la

6. Cek Aplikasi dari Dalam Container

Setelah masuk ke dalam container, kamu bisa mengecek apakah aplikasi berjalan dengan mencoba akses localhost di port yang digunakan aplikasi tersebut.

Format umumnya seperti ini:

wget -qO- http://localhost:PORT

Ganti PORT dengan port internal aplikasi yang digunakan di dalam container.

Contoh:

wget -qO- http://localhost:8080

Atau kalau di dalam container tersedia curl, bisa pakai:

curl http://localhost:PORT

Contoh:

curl http://localhost:8080

Jika aplikasi berjalan normal, biasanya akan muncul response seperti HTML, JSON, atau teks tertentu dari aplikasi.

7. Cek Aplikasi dari VPS atau Host

Selain dari dalam container, kamu juga bisa mengecek aplikasi langsung dari VPS atau host server.

Format umumnya:

curl http://localhost:PORT

Ganti PORT dengan port yang dibuka di VPS atau mapping port Docker.

Contoh:

curl http://localhost:8080

Kalau menggunakan Docker, pastikan port container sudah di-map ke port host. Kamu bisa cek dengan:

docker ps

Nanti akan terlihat bagian PORTS, misalnya:

0.0.0.0:8080->8080/tcp

Artinya port 8080 di VPS diarahkan ke port 8080 di dalam container.

8. Cek Nama Container

Kalau kamu belum yakin nama container-nya apa, jalankan:

docker ps

Command ini akan menampilkan daftar container yang sedang berjalan.

Kalau ingin melihat semua container, termasuk yang sudah berhenti:

docker ps -a

Nanti kamu bisa lihat bagian NAMES, lalu gunakan nama tersebut untuk command docker logs.

Contoh:

docker logs nama-container

9. Contoh Alur Debugging Sederhana

Biasanya, saat aplikasi Docker bermasalah, kamu bisa mulai dari cek container-nya dulu.

Pertama, cek container masih berjalan atau tidak:

docker ps

Lalu lihat log terakhir:

docker logs --tail=100 nama-proyek

Kalau ingin pantau real-time:

docker logs -f nama-proyek

Kalau perlu masuk ke container:

docker exec -it nama-proyek sh

Setelah itu cek folder aplikasi:

pwd
ls -la

Lalu cek apakah aplikasi merespons di port internal:

wget -qO- http://localhost:PORT

Atau:

curl http://localhost:PORT

Kesimpulan

Untuk melihat log Docker container, command paling dasar yang digunakan adalah:

docker logs nama-proyek

Kalau ingin melihat log secara live:

docker logs -f nama-proyek

Kalau hanya ingin melihat bagian akhir log:

docker logs --tail=100 nama-proyek

Dan kalau perlu masuk ke dalam container:

docker exec -it nama-proyek sh

Dengan beberapa command sederhana ini, kamu sudah bisa mengecek kondisi aplikasi di Docker, mencari error, melihat proses yang berjalan, dan memastikan service di dalam container aktif dengan baik.

W

Ditulis oleh

Wilan

Kontributor tetap Bali Island Tekno yang aktif berbagi pengetahuan seputar teknologi, pemrograman, dan dunia rekayasa perangkat lunak.

Kembali ke Beranda Diperbarui pada: 28 Mei 2026