Regional Tiered Cache itu fitur dari Cloudflare yang fungsinya jadi lapisan tambahan pas sistem lagi nyari cache. Jadi, Cloudflare bakal ngecek ke lapisan ini dulu sebelum terpaksa ngambil data langsung dari server asli kamu (origin server).
Biar gampang ngebayanginnya, anggap aja kayak jaringan distribusi logistik pengiriman paket.
Cara Kerjanya (Alur Request)
- Kalau nggak pakai Regional Tiered Cache: Pas data nggak ada di data center terdekat dari pengunjung (Lower Tier), Cloudflare biasanya langsung nyari ke data center utama yang gede (Upper Tier) atau malah langsung nodong ke server asli kamu yang posisinya bisa jadi di benua lain.
- Kalau pakai Regional Tiered Cache: Cloudflare bakal nambahin satu "pos checkpoint" lagi di tengah-tengah:
- Lower Tier (Data Center Terdekat): Pengunjung nyari atau minta data. Cloudflare bakal cek di data center yang paling deket sama lokasi si pengunjung. Kalau ternyata nggak ada (cache miss)...
- Regional Tier (Data Center Regional): Cloudflare nggak bakal langsung lari ke server asli kamu. Dia bakal cek dulu ke data center regional yang lebih gede dan masih satu wilayah/region (misalnya, kalau pengunjungnya di Jakarta, regionalnya bisa jadi di Singapura).
- Upper Tier / Origin Server: Nah, kalau di tingkat regional aja masih nggak ada, baru deh request-nya diterusin ke Upper Tier atau langsung diambil dari server asli kamu.
Kenapa Fitur Ini Berguna Banget?
- Ngeringanin Beban Server Kamu (Origin Shielding): Kalau ada banyak pengunjung dari wilayah yang sama minta data yang sama, data center regional cuma perlu ngambil data dari server kamu sekali aja. Abis itu, dia yang bakal ngebagiin ke data center lokal yang lebih kecil. Hasilnya? Server kamu nggak bakal kewalahan atau jebol.
- Bikin Website Berasa Lebih Wuss! (Latency Lebih Rendah): Ngambil data dari data center regional di Singapura jelas jauh lebih cepet buat pengunjung di Asia Tenggara, dibandingin kalau Cloudflare harus narik data langsung dari server kamu yang misalnya ada di Amerika atau Eropa.
Tags:
#Programming
W
Ditulis oleh
Wilan
Kontributor tetap Bali Island Tekno yang aktif berbagi pengetahuan seputar teknologi, pemrograman, dan dunia rekayasa perangkat lunak.
Kembali ke Beranda
Diperbarui pada: 28 Juni 2026